Kamis, 03 April 2014

INFO SERTIFIKASI GURU 2014



INFORMASI SERTIFIKASI GURU 2014

VERIVIKASI DATA CALON PESERTA PLPG 2014
                    
Surat Kepala BPSDMP dan PMP Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 02509/J2/LL/2014 tanggal 17 Maret 2014 perihal tersebut diatas, kami beritahukan hal-hal sebagai berikut:
1.    Peserta UKG 2014 yang telah memiliki sertifikat pendidik akan dikeluarkan dari calon peserta sertifikasi tahun 2014. Untuk itu dimohon kerjasama Saudara untuk memeriksa kembali data yang ada di AP2SG dan jika masih ada calon peserta yang sudah memiliki sertifikat pendidik dimohon untuk dihapus dari calon peserta sertifikasi Guru 2014.

2.   Bagi calon peserta yang tidak lulus PLPG 2013 ( selain status diskualifikasi) dan peserta UKG 2013 yang belum mengikuti PLPG 2013 maka dimohon untuk memverifikasi data, apabila terjadi kesalahan pemilihan bidang studi sertifikasi, maka diberi kesempatan untuk melakukan perubahan bidang studi sertifikasi melalui AP2SG pada tanggal 17 sampai dengan 24 Maret 2014


3.   Calon peserta Sertifikasi Guru akan diumumkan melalui Website sergur.kemdiknas.go.id pada tanggal 1 April 2014.Selanjutnya calon peserta melakukan finalisasi data peserta sertifikasi dan pencetakan Format A1 melalui AP2SG pada tanggal 1 sampai dengan 14 Maret 2014.

4.   Jika Kuota belum terpenuhi, maka akan dilakukan pemenuhan kuota yang akan diambil dari data guru dengan prioritas sebagai berikut:
1)   Peserta UKG 2013 yang baru melakukan verval antara 3 Februari s/d 20 Maret dengan ststus bintang 4 ( diambil dari database NUPTK).
2)   Guru yang tidak ikut UKG 2014 dengan berbagai alasan, diurut berdasarkan usia, masa kerja, dan golongan.
3)   Guru yang belum UKG 2014 dan melakukan verval antara 3 Februari s/d 20 Maret ( diambil dari database NUPTK).

5.   Peserta sertifikasi guru tahun 2014 akan diumumkan melalui Website sergur.kemdiknas.go.id pada tanggal 15 – 17 April 2014. 
(sumber PDK Brebes)

Senin, 29 April 2013

TABEL GAJI BARU TAHUN 2013

KABAR GEMBIRA BAGI PNS BAHWA TAHUN INI GAJI PNS JADI NAIK.BESARNYA KENAIKAN GAJI TIAP GOLONGAN BISA KLIK LINK DI BAWAH INI :

Jumat, 19 April 2013

TUGAS PTK UT POKJAR SMP MUHAMMADIYAH BREBES


A.      KERJAKAN SOAL DI BAWAH INI DENGAN BENAR.
1.       Jelaskan Pengertian PTK dari berbagai sudut pandandang.
2.       Sebutkan dan Jelaskan Karakteristik PTK
3.       Jelaskan Manfaat PTK
4.       Jelaskan Keterbatasan dan persyaratan yang diperlukan PTK
5.       Jelaskan cara cara mengidentifikasi masalah
6.       Jelaskan langkah-langkah dalam melaksanakan PTK
7.       Jelaskan langkah-langkah dalam merencanakan tindak lanjut.
8.       Jelaskan bidang yang layak dijadikan fokus PTK.
9.       Jelaskan langkah-langkah yang perlu kita siapkan sebelum merealisasikan rencana tindakan.
10.   Jika dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas saudara memiliki masalah di kelas,misal anak tidak fokus atau rame, motivasi rendah,nilai ulangan tidak mencapai KKM,Apa yang saudara lakukan dalam mengatasi masalah tersebut.

Kamis, 14 Maret 2013

TEACHERS IDOL 2013

Berikut ini adalah nama-nama peserta yang lolos dan berhak maju ke babak FINAL Teachers Idol 2013



Senin, 07 Januari 2013

SOAL FISIKA KELAS X SMA N 1 WANASARI BREBES


ISILAH TITIK TIK DI BAWAH INI DENGAN BENAR.
  1. 230 Km =.................m
  2. Dimensi dari gaya adalah.................................
  3. Sebuah pita diukur, ternyata lebarnya 12,3 mm dan panjangnya 135,5 mm, maka luas pita tersebut adalah........................
  4. Alat ukur panjang yang memiliki ketelitian paling teliti adalah.........
  5. Diketahui 2 buah vektor masing masing 2 cm dan 4 cm jika vektor tersebut memiliki arah yang sama maka resultan kedua vektor tersebut adalah........
  6. dua vektor sebidang masing-masing besarnya 6 satuan dan 8 satuan,dan sudut apitnya 600 . Maka besar resultan kedua vektor adalah.................
  7. Sebuah motor menempuh jarak 110 km dalam 2 jam,kemudian berbalik arah dan menempuh jarak 40 km dalam 30 menit maka jarak yang ditempuh adalah.........
  8. Sebuah mobil bergerak lurus beraturan dan menempuh 3 km dalam waktu 2 menit.Maka kecepatan mobil tersebut adalah........
  9. Sebuah bola anda lepaskan dari atap sebuah gedung. Saat bola anda lepas,teman nada di tanah menjalankan stopwactnya dan memberhentikanya saat bola tepat menyentuh tanah. Hasil bacaan stopwatch adalah 3,00 sekon.Maka kelajuan bola saat menyentuh tanah adalah.....
  10. Untuk soal nomor sembilan ketinggian gedung adalah............
  11. Gerak melingkar beraturan adalah..................
  12. Contoh gerak melingkar dalam kehidupan sehari-hari adalah...............
  13. Pengertian frekuensi adalah.......................
  14. Pengertian Periode adalah.........................
  15. Pengertian laju linier adalah......................
  16. Hubungan antara frekuensi dan Periode dapat dirumuskan........................
  17. Sebuah roda katrol berputar pada 300 rpm (rotasi per menit), maka frekuensinya adalah................
  18. Untuk soal nomor 4, maka Periodenya adalah.........................
  19. Untuk soal nomor 4, maka kecepatan sudutnya adalah......
  20. Untuk soal nomor 4 jika jari jari roda katrol 140 mm maka laju linier sebesar........
  21. Pengertian percepatan sentripetal adalah.......................
  22. Percepatan sentripetal dirumuskan................................
  23. Puli mesin pengiris berputar 5 kali selama 20 detik maka frekuensinya adalah..............
  24. Puli mesin pengiris berputar 5 kali selama 20 detik maka Periodenya adalah..............
  25. Puli mesin pengiris berputar 5 kali selama 20 detik dan p = 3,14, maka kecepatan sudutnya adalah adalah..............
  26. Puli mesin pengiris berputar 5 kali selama 20 detik, jika jari jari puli 300 mm kecepatan liniernya adalah.......
  27. Untuk soal nomor 6 maka percepatan sentripetalnya adalah................
  28. Tuliskan rumus dari DQ =............(posisi sudut gerak melingkar beraturan).
  29. Untuk soal nomor 5 tentukan posisi sudutnya..............................
  30. Sebuah mobil bermassa 600 kg pada sebuah tikungan melaju pada 72 km/jam. Besar gaya yang mempengaruhi gerak mobil tersebut jika jari-jari tikungan jalan 400 m adalah......
KETERANGAN :
JAWABAN DIKIRIM LEWAT email :sadimin1972@gmail.com

Rabu, 31 Oktober 2012

Sinergitas Mengatasi Tawur

Oleh Treni, Fitria, dan Mar’atuwidya
 
 
"Menyikapi kemerebakan tawuran antarpelajar/ mahasiswa, sebaiknya guru dan dosen introspeksi"
Kemerebakan tawur antarpelajar/ mahasiswa mengundang keprihatinan banyak pihak. Terlebih penyikapan cerdas agar kejadian itu tidak terulang merupakan proses panjang, terutama berkait tindakan pencegahan ataupun upaya penyelesaian.
Pelaku tawur merupakan bagian dari lembaga pendidikan, dan sistem pendidikan nasional mencakup keseluruhan komponen pendidikan yang saling berkait demi mencapai tujuan bersama. Realitasnya, fokus pendidikan kita masih mengejar target kompetensi akademik, belum banyak menyentuh pendidikan karakter.  Merupakan kesalahan besar bila ada anggapan bahwa pendidikan karakter hanya untuk jenjang pendidikan dasar. Pada jenjang SD, kita bisa melihat guru mendidik, membina, dan mengajar murid dengan kasih sayang.
Setelah peserta didik itu melanjutkan ke SMP dan SMA/ SMK, pendidikan karakter seakan-akan menjadi tugas dan tanggung jawab guru mapel Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan guru mapel Pendidikan Agama. Demikian halnya bila ada peserta didik melanggar tata tertib sekolah maka yang menangani, termasuk menjatuhkan sanksi adalah guru BP/ BK.
Dalam praktik hanya ada ’’sedikit’’ guru di satuan pendidikan yang peduli terhadap peserta didik, kendati sekolah merupakan rumah kedua. Guru pun bisa kita anggap sebagai orang tua kedua. Karena itu, membangun karakter peserta didik menjadi tugas bersama pendidik dan orang tua, guna mempersiapkan generasi berkarakter, sekaligus beriman dan cerdas.
Karena itu, diperlukan sinergitas secara konkret untuk bisa mencegah, atau mengatasi perkelahian antarpelajar/ mahasiswa. Pasalnya, pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus yang diharapkan berkarakter unggul, mengedepankan logika dalam berpikir dan bertindak, serta bisa mengendalikan emosi.
Menyikapi kemerebakan tawuran antarpelajar/ mahasiswa, sebaiknya guru dan dosen introspeksi apakah sudah melaksanakan tugas secara maksimal. Sudahkan guru atau dosen memanusiakan peserta didik/ mahasiswa, menghargai, memotivasi, dan memberi kesempatan mereka beradu argumen?
Yang tidak kalah penting adalah dialog langsung untuk mendengarkan aspirasi mereka. Pasalnya, guru dan dosen kadang lebih disibukkan oleh kegiatan mentransfer ilmu semata, dan sebagian mengabaikan arti penting membangun komunikasi setara dengan siswa dan mahasiswa.
Peran Masyarakat
Untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah, kita harus mengimplementasikan pendidikan karakter di semua mata pelajaran guna menghindari kesenjangan. Hal tersebut mengingat visi dan misi satuan pendidikan bermuara pada ketercapaian peserta didik yang berkarakter mulia, sekaligus cerdas dan beriman.
Di sisi lain, masyarakat seyogianya aktif dan memberi dukungan terkait dengan pelaksanaan pendidikan, pengawasan, dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan. Perwujudan itu bisa dengan cara melibatkan pelajar/ mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Terlebih mahasiswa yang lebih bisa menggunakan akal sehat, logika, dan nurani sebelum bertindak atau mengambil keputusan. Hal ini berbeda dari kebanyakan siswa SMP atau SMA/ SMK, terkait dengan tingkat kedewasaan mereka, yang berpengaruh terhadap emosi dan ego.
Pihak sekolah dan kampus sebaiknya menjatuhkan sanksi tegas tapi mendidik bila ada siswa atau mahasiswa terlibat tawuran. Pemberian sanksi sebaiknya berjenjang sesuai dengan kadar kenakalan mereka. Pihak kampus juga bisa memfasilitasi mahasiswa supaya mengikuti kegiatan yang positif, semisal seminar, penelitian, kegiatan olahraga, rekreatif, dan sebagainya. Lebih baik lagi bila kegiatan itu bisa mengekspresikan potensi mereka. Pola serupa bisa diterapkan untuk siswa SMP dan SMA/ SMK.
Komunikasi secara intens menjadi kata kunci karena bisa mengurai ketersumbatan persoalan. Kekokohan komunikasi yang terbangun bisa mengurangi, bahkan mencegah tawuran di kalangan pelajar/ mahasiswa. (10)

– Treni Yan Puspitasari, Fitria Apriliani, dan Mar’atuwidya Nafi R, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud
(Sumber : Suara Merdeka 1 Nov 2012)

Kurikulum Baru Masih Digodok


YOGYAKARTA - Anak-anak SD sebentar lagi tak terbebani dengan banyaknya pelajaran. Pemerintah segera mengeluarkan kurikulum baru yang hanya terdiri atas enam mata pelajaran, yakni Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni dan Budaya, serta Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Prof Dr Ir Musliar Kasim MS mengungkapkan hal itu dalam Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) Ke-7 di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, semalam.
”Sementara ini masih kami godok dan diskusikan dengan berbagai pihak. Ada yang setuju dengan penyederhanaan mata pelajaran kelas I-VI, namun ada yang mewacanakan cukup sampai kelas III saja,” ujar Musliar.
Gagasan penyederhanaan muncul setelah melihat betapa beratnya beban siswa SD yang harusnya masih menikmati masa anak-anak. Dia mengatakan, seharusnya anak usia SD hingga SMA berangkat ke sekolah dengan perasaan senang, tidak tertekan, dan tidak takut.
Selama ini dia melihat dan merasakan sendiri pada anaknya yang bersekolah di sekolah negeri, berangkat dengan perasaan berat dan penuh tekanan. Berbeda halnya dengan anaknya yang belajar di sekolah internasional, berangkat dengan perasaan senang, tak ada takut.
Sekolah Nyaman
Menurut Musliar, sekolah idealnya menjadi tempat yang nyaman bagi anak didik. Ketika seseorang merasa nyaman, otomatis mudah menerima mata pelajaran. Dia mencontohkan siswa sekarang di sekolah belajar, di rumah ikut berbagai kegiatan, dan malam hari masih harus mengerjakan PR.
Dia menjelaskan, enam mata pelajaran tersebut terintegrasi, misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia anak-anak sekaligus belajar tentang alam dan lingkungan. Sederhana saja misalnya mengenali nama-nama tumbuhan, binatang, anggota tubuh dan lainnya. Sejak usia dini itulah anak-anak sekaligus belajar berkomunikasi dengan baik. Pasalnya, selama ini banyak lulusan S-1 tak bisa berkomunikasi dengan baik, karena sejak dini tidak mempelajarinya.
”Selain enam mata pelajaran itu, juga ada aspek lain yakni moral dan keberagaman yang juga diberikan sejak dini,” tuturnya.
Konaspi merupakan pertemuan empat tahunan Asosiasi Lembaga PendidikanTenaga Kependidikan Indonesia. Pesertanya 12 kampus yang dulunya IKIP dan sekarang menjadi universitas. Tuan rumah kali ini Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). (D19-37)
(Sumber : Suara Merdeka 1 Nov 2012)